Selasa, 05 Juni 2012

Membangun Keluarga Sakinah


BAGIAN SATU:  MUTIARA  BIJAK  UNTUK  SUAMI

1.             Suami yang bijak adalah suami yang mau memahami dan menyadari akan kelebihan dan kekurangan istrinya.
2.             Tidak ada anugerah terindah di dunia kecuali suami bagi istri dan istri bagi suami.
3.             Cintailah istrimu bukan karena ia cantik, kaya, pintar atau orang tuanya tokoh terpandang. Tetapi cintailah istrimu semata-mata karena Allah.

4.             Kata-kata yang santun dari seorang suami kepada istrinya atau sebaliknya, nilainya tidak bisa ditukar dengan segudang perhiasan emas berlian.
5.             Kata-kata yang lembut dan mesra bagi seorang istri laksana air zam—zam di gurun sahara ketika matahari sedang terik-teriknya.
6.             Kesuksesan seorang istri sebagai wanita karir akan meningkatkan harkat dan martabat keluarga selama mampu menjaga citranya sebagai istri dan ibu bagi suami dan anak-anaknya.
7.             Membantu istri di rumah seperti menjemur pakaian tidak akan mengurangi kewibawaan suami sedikitpun.
8.             Alangkah mulianya seorang suami yang mau memaafkan kesalahan istrinya, demikian juga alangkah berbaktinya seorang istri yang mau memaafkan kekhilafan suaminya.
9.             Memanjakan istri merupakan resep mujarab untuk membina keharmonisan rumah tangga. Anda akan lebih mudah mengarahkan jika anda telah memanjankannya.
10.         Suami yang pemarah sebaiknya lekas introspeksi diri –kenapa harus marah jika persoalan bisa diselesaikan tanpa kemarahan?
11.         Istri bukan tempat pelampiasan kemarahan, tetapi wanita yang pantas dicintai dan dilindungi karena ia adalah orang yang paling berharga bagi suami.
12.         Suami yang beriman tidak akan bahagia hatinya meskipun  istrinya cantik dan kaya tetapi sholatnya masih banyak bolongnya.
13.         Hanya suami yang memiliki prinsip hidup yang jelas yang berani menderita dan terus berjuang meraih cita-cita dengan apa yang dimilikinya.
14.         Menjadi tugas  suami untuk merancang masa depan keluarganya sehingga meskipun tidak seratus persen tepat, tetapi setidaknya tidak terlalu jauh meleset.
16.         Suami yang bijak adalah suami yang selalu merasa kurang dengan ilmu yang dimilikinya sehingga selalu antusias memahami pengetahuan yang belum dipahaminya.
17.         Suami yang berorientasi ke masa depan adalah suami yang tidak apriori terhadap kemajuan tehnologi, namun mengimbangi dan memanfaatkannya demi kesejahteraan keluarganya.
18.         Keluarga yang bermasa depan adalah keluarga yang selalu dinamis, punya respons positif terhadap perubahan dan tidak mau berjalan di tempat alias statis.
19.         Satu-satunya cara menyongsong masa depan yang tanpa kepastian adalah dengan selalu belajar, belajar dan belajar.
20.         Kehidupan bukan garis lurus, kehidupan adalah jalan penuh onak dan duri serta berkelok-kelok. Kehidupan kemudian menawarkan warna baru yang kabur, yakni tidak baik dan tidak buruk.
21.         Kehidupan itu netral, tetapi manusia yang sarat kepentingan tidak mungkin bersikap netral. Manusia bisa mengubah yang hak menjadi batil dan yang batil menjadi hak.
22.         Hati-hati adalah sumber segala kebajikan dan bekal utama menuju kesuksesan dalam melangkah.
23.         Daya juang tinggi adalah salah satu syarat mutlak mencapai kesuksesan, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai seorang profesional.
24.         Suami yang baik adalah suami yang mampu mengajak istrinya untuk menempatkan agama sebagai kebutuhan tertinggi dalam kehidupannya.
25.         Suami ideal adalah suami yang mampu menampilkan citra dirinya dengan menghiasi hidupnya dengan sikap dan perilaku yang menyenangkan.
26.         Pepatah mengatakan bahwa anak-anak lebih membutuhkan contoh dan keteladanan dari kedua orang tua mereka daripada celaan dan kekerasan.
27.         Di dalam kesabaran ada hikmah dan pelajaran yang amat berharga, sayangnya hanya sedikit orang yang mau mengerti.
28.         Belajar adalah proses penempaan dan pendewasaan diri. Belajar adalah proses mengenali, memahami dan menguasai sesuatu.
29.         Kehidupan ini kata orang hanya soal pilihan. Manusia bebas memilih akan jadi apa kelak, atau tidak akan menjadi apa-apa. Manusia punya hak sepenuhnya untuk memilih kehidupan yang dianggapnya paling baik.
30.         Dunia terus berputar dan tidak pernah berhenti sampai nanti hari kiamat. Kenyataan ini sudah cukup menjadi alasan bahwa kita harus selalu dinamis dalam memandang kehidupan ini.
31.         Suami adalah pemuas tunggal kebutuhan nafkah batin istrinya, suami adalah satu-satunya sumber nafkah batin bagi istri.
32.         Dalam hidup berumah tangga baik kebutuhan lahir maupun batin sama-sama penting karena keduanya menjadi sumber keharmonisan keluarga.
33.         Membanding-bandingkan istri dengan wanita lain merupakan pelanggaran berat dalam rumah tangga. Resikonya tidak main-main.
34.         Berkata-kata dengan lembut merupakan bagian dari kemesraan, apalagi memanggil istrinya dengan panggilan yang menyenangkan pasti lebih mesra lagi kedengarannya.
35.         Memberikan pujian kepada sang istri akan menambah kemesraan dan keharmonisan di dalam rumah tangga. Memberikan pujian termasuk salah satu adab berumah tangga.
36.         Suami idaman istri adalah suami yang selalu menebarkan kebaikan baik di dalam keluarga, lingkungan masyarakat maupun tempatnya bekerja.
37.         Yang namanya hidup berkeluarga adalah saling berbagi, mengisi dan melengkapi. Suami harus menjadi penutup kekurangan istrinya dan sebaliknya.
38.         Suami adalah tempat mengadu dan tempat menumpahkan segala persoalan di dalam keluarga. Suami adalah tempat berlindung bagi seluruh anggota keluarga.
39.         Mengingatkan istri dengan cara-cara menyejukkan akan memberikan dampak positif dalam upaya menciptakan rumah tangga yang berhiaskan kasih sayang dan keteladanan.
40.         Nuansa otoritarian di dalam keluarga mencerminkan retaknya sendi-sendi bangunan rumah tangga itu sendiri.
41.         Bersikap sok kuasa baik oleh suami maupun istri bukanlah cara yang tepat untuk membangun keharmonisan keluarga.
42.         Pepatah mengatakan bahwa selingkuh adalah hutang yang harus dibayar oleh anak cucu kita. Artinya jika kita selingkuh, maka kemungkinan besar anak cucu kita akan mengikuti jejak yang kita buat.

BAGIAN DUA: MUTIARA BIJAK UNTUK SEORANG ISTRI
  1. Keluarga sakinah merupakan keluarga yang selalu didamba setiap muslim, yakni keluarga yang bahagia berhiaskan kasih sayang serta mendapatkan limpahan rahmat dari sisi-Nya.
  2. Runtuhnya suatu bangsa diawali dari hancurnya tatanan rumah tangga masyarakatnya.
  3. Membangun pernikahan bukan sekedar duduk bersanding di atas pelaminan, tetapi membangun jalinan hidup baru dengan segala kemungkinan resikonya.
  4.  Istri sholihah adalah istri yang selalu setia mendampingi suaminya meskipun suaminya hanya seorang pemulung barang bekas.
  5.  Istri adalah tempat berbagi, bukan penambah beban bagi suami.
  6. Pernikahan hanya akan abadi jika kedua belah pihak bersikap saling mau menerima, isi dan berbagi.
  7. Bagi wanita lebih baik bersuami seorang kuli tapi beriman daripada pengusaha namun tidak pernah sholat.
  8. Membangun keluarga sakinah itu memang sulit, namun menjadi mudah jika mau saling mengalah dan memaafkan.
  9. Menjadi ibu rumah tangga yang baik jauh lebih penting daripada menjadi wanita karir tetapi melupakan keluarga.
  10. Lebih baik hidup sederhana namun hasil dari rejeki yang halal daripada hidup mewah namun membuat suami masuk penjara.
  11. Mempercantik diri itu penting, namun hendaknya diniati semata-mata untuk menyenangkan hati suami. Bukan untuk tujuan yang lain.
  12. Boleh-boleh saja ngrumpi asal bisa menjamin tidak berujung pada menjelek-jelekkan orang lain atau mengungkap aib orang lain.
  13. Karir dan keluarga itu sama-sama penting, namun jangan berkarir kalau akhirnya harus mengorbankan keluarga.
  14.  Istri sholihah adalah istri yang mau menerima berapapun nafkah yang diberikan oleh suaminya dengan rasa syukur.
  15. Bagi seorang istri yang beriman, rejeki yang halal adalah segala-galanya meskipun jumlahnya hanya cukup untuk makan hari itu.
  16. Mengingatkan suami merupakan bagian dari kewajiban seorang istri. Istri yang sholihah berupaya agar suaminya selalu berjalan di atas  rel yang benar.
  17. Tidak ada suami yang sempurna. Bukan istri yang bijak jika memaksa suami selalu tampil sempurna.
  18. Sebaik-baik istri adalah istri yang mampu memerankan dirinya sebagai motivator utama bagi sang suami. Itulah istri yang ideal.
  19. Jangan sekali-sekali membandingkan suami dengan lelaki lain meskipun dirinya hanya seorang  karyawan pabrik yang tidak punya jabatan apa-apa.
  20. Bagi wanita sholihah sang suami adalah satu-satunya  laki-laki di luar muhrimnya yang berhak menyentuh dirinya.
  21.  Alangkah buruk tabiat seorang istri yang meninggalkan sang suami pada saat membutuhkan pertolongan. Itulah istri yang terlaknat.
  22. Membangun keluarga sakinah jangan hanya sebatas cita-cita semu, namun hendaknya ditindaklanjuti dengan bekerja keras  untuk menjadikan nyata.
  23. Wanita sholihah adalah wanita yang mampu menahan diri dan suka mengalah kepada suaminya  dan tidak mau membalas kemarahan dengan kemarahan.
  24. Hiasilah dirimu dengan kesabaran dan kasih sayang karena tidak ada suami yang tidak takluk pada kesabaran dan kasih sayang seorang wanita.
  25. Berikan kasih sayangmu sepenuh hati kepada suami, dan jangan biarkan dirinya mencari kasih sayang kepada wanita lain.
  26. Ada tiga kunci utama membangun keluarga sakinah, yakni iman, sabar dan kasih sayang. Jika ketiga-tiganya tidak ada pernikahan ibarat buih di lautan.
  27. Membangun keluarga sakinah lebih mudah dicapai dengan hati daripada dengan materi.  Hati adalah sumber kebahagiaan, tetapi materi kadang membuat manusia celaka.
  28. Salah satu ciri khas keluarga sakinah adalah apabila rumah tangganya dapat menjadi pusat ketenangan dan ketentraman batin.
  29. Barangsiapa menginginkan mencicipi bau surga maka ia harus menjadikan rumahnya sebagai surga di dunia. Dan rumah yang berbau surga adalah rumah tangga yang sakinah.
  30. Rumah tangga yang sakinah adalah rumah tangga yang selalu berhiaskan dzikir dan alunan merdu ayat-ayat suci setiap saat.
  31. Jangan biarkan rumahmu menjadi gersang karena tidak pernah tersentuh oleh air keimanan. Dan jangan jadikan rumahmu sebagai kuburan karena tidak pernah dijadikan tempat sholat.
  32. Barangsiapa menginginkan terciptanya keluarga sakinah, hendaknya memotivasi keluarganya untuk selalu mengingat Allah.
  33. Ingatlah wahai wanita bahwa kecantikan fisik tidak  abadi, maka hendaklah selalu mempercantik batinmu dengan amal-amal kebaikan.
  34. Membangun keluarga yang modern jauh lebih mudah daripada membangun keluarga sakinah. Tetapi hanya keluarga sakinah yang menjanjikan kebahagiaan.
  35. Mendidik anak itu penting, tetapi yang paling penting adalah mendidik diri sendiri untuk bekal mendidik anak.
  36. Ingatlah bahwa jabatan atau kekayaan itu hanya sekedar sarana, maka jagalah diri kita agar tidak menjadi budaknya.
  37. Bukan keluarga sakinah jika di dalamnya hanya diisi dengan saling caci, benci, iri hati dan tidak peduli satu sama sama lain.
  38. Bukan keluarga sakinah jika suami istri tidak saling menyayangi  dan anak tidak menghormati kedua orang tuanya.
  39. Dinamakan keluarga sakinah jika bertujuan membangun kebahagiaan dunia dan akherat, lahir dan batin.
  40. Rumah tangga sakinah itu bukan rumah tangga yang penuh dengan barang-barang mewah dan membuat iri tetangganya, tetapi keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu memberikan kesejukan kepada sekitarnya.
  41.  Memiliki rumah memang penting, namun ada bahayanya jika dibiarkan pengap dan berbau karena tidak pernah dihiasi dengan amal-amal kebaikan.
  42. Kekayaan itu juga penting, namun harus ada jaminan bahwa kekayaan itu menjamin terwujudnya keluarga yang sakinah. Kalau tidak, diamalkan saja.
  43. Banyak orang yang menggebu-gebu mengejar kebahagiaan, tetapi ironis sekali jika membiarkan rumah tangganya tidak pernah bahagia.
  44. Membangun keluarga sakinah itu mudah, siapa bilang sulit? Yang sulit itu diri kita sendiri yang cenderung mempersulit diri sendiri.
  45. Kalau ada pertanyaan apakah dengan gaji pas-pasan bisa membangun keluarga sakinah? Jawabnya jelas sekali –iya pasti!
  46. Siapa yang ingin menemui Tuhan dan Rasul dengan senyumnya, maka hendaklah ia membangun keluarganya menjadi sakinah.
  47. Keinginan tidak menjamin lahirnya kebahagiaan. Karena itu jauh lebih bijaksana apabila hidup ini dijalani dengan membatasi keinginan.
  48. Membangun keluarga yang utuh dan harmonis bisa diawali dengan membangun kesopnan dan kemesraan antara suami istri dan anak kepada orang tuanya.
  49. Kejujuran harus  ditegakkan dalam rumah tangga karena kejujuran merupakan sendi-sendi dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah.
  50. Orang yang benar-benar miskin dihalalkan makan dari barang yang tidak halal. Tetapi yang terjadi sekarang ini banyak orang yang mengalami kemiskinan iman.
  51. Hidup memang berat, namun yang berat bukan berarti tidak bisa diatasi. Kuncinya hanya iman dan tawakkal kepada Allah.
  52. Yakinlah bahwa selalu ada jalan untuk mencari rejeki yang halal dan barokah. Tuhan tidak pernah membiarkan hamba-Nya menderita karena mempertahankan akhlak agamanya.
  53. Jangan menjadikan masa depan sebagai medan yang gelap gulita karena tidak ada upaya untuk menjadikannya terang dengan bekal persiapan yang memadai.
  54. Keluarga sakinah adalah keluarga yang mencerminkan ketentraman, keharmonisan, kebahagiaan dan keteladanan di bawah payung keislaman.
  55. Kebahagiaan itu bukan karena memiliki harta benda yang berlimpah-limpah, tetapi ketika kita bisa memberi sedekah kepada fakir miskin.
  56. Kekayaan kita yang sebenarnya bukan mobil, rumah mewah, atau deposito di bank tetapi sedekah yang kita keluarkan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin.
  57. Kehidupan pada hakekatnya adalah sekumpulan target. Tuhan memiliki target-target tertentu dalam penciptaan langit dan bumi beserta seluruh isinya.
  58. Keluarga sakinah adalah keluarga yang memiliki target-target tertentu yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh untuk direalisasikan menjadi kenyataan.
  59. Penting sekali bagi pasangan suami istri memiliki kemampuan untuk membedakan antara kebutuhan dengan keinginan, karena hal ini akan berpengaruh besar dalam mengelola keungan keluarga secara cerdas.
  60. Kehidupan akan nampak lebih indah jika dihiasi dengan amal kebaikan, dan tidak ada perhiasan yang paling indah kecuali ilmu agama yang diamalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar